Kemenangan tentara Hizbullah atas Israel

Perang tidak seimbang antara Hizbullah dan Israel akhirnya dimenangkan Hizbullah. Padahal Israel dikenal sebagai dengan 168 ribu pasukannya. Hizbullah hanya 6.000. Apa rahasianya?

Perang yang tidak seimbang antara Hizbullah dan Israel akhirnya dimenangkan oleh Hizbullah. Tentara Israel yang sempat dikenal sebagai tentara terkuat yang tidak dapat dikalahkan di Timur Tengah karena 168 ribu pasukannya didukung oleh peralatan perang yang serba cangih. Sementara itu, Hizbullah hanya memiliki 6.000 pejuang utama dan 4.000 cadangan relawan perang didukung oleh persenjataan yang cukup sederhana antara lain roket katyuska yang memiliki jangkauan sekitar 20 km saja.

Setelah perang berhenti pada tanggal 14 Agustus lalu, mulailah para pengamat dan para ahli militer mempelajari perang yang berlangsung 34 hari di Selatan Libanon. Pasukan Hizbullah yang dipimpin oleh Sekjennya, Syeikh Hassan Nasrullah dan pasukan Zionis dipimpin oleh PM Isreal Ehud Olmert dan Menteri Urusan Perang Israel Amir Ferezt. Pertanyaan utama adalah : Apakah mungkin pasukan milisi bersenjata -Hizbullah- dapat menghalau pasukan terhebat di dunia saat ini ?

Salah satu target Israel saat ini adalah membunuh atau menangkap Sekjen Hizbullah, Syeikh Hassan Nasrullah maka Intelejen Israel -mungkin juga intelejen lain yang dibayar oleh Israel- melakukan pencarian rahasia keberadaan Syeikh Hassan Nasrullah, seperti usaha pembunuhan gagal oleh pasukan Israel terhadap wakil Sekjen Hizbullah, Naiem Elqasiem dua hari setelah keluarnya Resolusi DK PBB No. 1701.

Ini merupakan pelangaran pertama Israel terhadap DK PBB yang disusul pelangaran lainnya seperti pendudukan wilayah alkhiyathoh bagian Libanon Selatan yang saat perang Israel gagal mendudukinya wilayah tersebut. Intelejen Israel terus berusaha dan mempelajari strategi perang Hizbullah termasuk rahasia dan kemampuan pertahanan pejuang menghadapi serangan bom GBU-28 yang dapat menghancurkan bunker sedalam 6 meter.

Tentunya, bukanlah yang pertama kali kemenangan perang grilya terhadap pasukan klasik profesional seperti yang pernah terjadi pada saat perang Vietnam melawan AS dan revolusi di Kuba. Ketika manusia memiliki keinginan, pemikiran dan kemampuan memanagemen maka dia akan meraih kemenangan walaupun musuh yang dihadapi memiliki bermacam senjata moderen saat ini.

Cepat atau lambat suatu saat nanti akan ditemukan rahasia kemenangan Hizbullah terhadap Israel seperti yang pernah ditayangkan oleh TV Aljazeera di saat mewawancarai salah satu pejuang di Aet Assaab dan perkampung lain di Libanon-Selatan. Dalam siaran tersebut digambarkan bagaimana pasukan Hizbullah berjuang dari rumah ke rumah dan dari bunker ke bunker yang dipersiapkan melawan agresi Israel .

Para pejuang telah menyiapkan seluruh kampung, kota dan wilayah Libanon Selatan dengan dilengkapi ratusan terowongan dan bunker yang strategis. Hal tersebut dilakukan guna memudahkan dalam pemasokan roket dan seluruh logistik yang diperlukan dalam perang sehinga dapat memberikan pengamanan dari berbagai serangan musuh walaupun sebelum perang sebagian orang mengetahui keberadaan ‘kota’ di bawah tanah Selatan Libanon ini.

Adalah hak Israel untuk mempelajari ketidakmampuan pasukannya setelah gagal total meraih target agresinya, begitu juga para pengamat militer saat ini terus mempelajari di balik kemukjizatan perang grilya Hizbullah yang akan terus dicatat oleh sejarah peradaban manusia.

Kiranya ada empat faktor rahasia utama penunjang kemenangan Hizbullah dalam perang kali ini, keempat paktor rahasia tersebut dapat kita kupas sebagai berikut :

imagePertama: Kerahasiaan, metode ini sangat penting sekali karena dapat menjaga kesalamatan para pejuang. Hal tersebut berdasarkan kepada pengalaman milisi bersenjata khususnya di Libanon yang tidak tersembunyi rahasia akan sangat memudahkan bagi Israel untuk melakukan serangan kapan saja Israel menghendaki.

Bukanlah rahasia juga bahwa pejuang muslim Hizbullah telah membentuk kondisi eksklusif antara Hizbullah dan dunia luar termasuk bentuk eksklusif tersebut terjadi dalam tubuh Hizbullah sendiri. Minimnya jumlah pemimpin dan jajaran petinggi Hizbullah merupakan salah satu faktor kerahasiaan Hizbullah. Tentunya, hal tersebut bukan merupakan aib kekurangan atau bentuk taqiyyah/ berpura-pura tetapi merupakan salah satu usaha kewaspadaan sehinga pejuang Hizbullah dapat meraih kemenangan dan dapat bertahan selama 25 tahun.

imageKedua: Kesiapan alternatif. Di belakang pejuang ada partai yang solid yaitu Hizbullah, Hizbullah menjalankan paktor kedua ini secara seksama di segala bidang baik sosial, politik, militer dan media penyiaran. Misalkan di bidang media, sejak tanggal 12 Juli 2006 lalu Hizbullah telah menyiapkan beberapa kemungkinan terburuk dimulai dari stasion TV Almanar dan Siaran Radio Annur –keduanya milik Hizbullah- dengan penyiaran di tempat persembunyian Sekjen dan petinggi Hizbullah dengan pengawasan dan penjagaan yang ketat dapat memberikan pesan yang kuat baik bagi pendukung mapupun musuhnya. Alternatif ini membuat partai yang didirikan pada tahun 1982 ini siap eksis kapan dan dimanapun berada.

imageKetiga: Kepercayaan, faktor ketiga ini telah memberikan pengaruh yang signifikan baik terhadap para pendukung Hizbullah maupun musuhnya –Zionis Israel dan Amerika-. Munculnya pernyataan Syeikh Hassan Nasrullah di TV merupakan salah satu bentuk dari perang opini, dimana mendapatkan pengakuan dan pembenaran dari pihak musuh sebelum kawan.

Rilis dan penjelasan yang diterbitkan Hizbullah biasanya musuh sendiri percaya terhadap informasi tersebut karena Israel tidak dapat mengingkari kenyataan yang terjadi di lapangan (medan perang). Singkatnya, kepercayaan merupakan paktor utama bagi para pejuang dan pendukung setianya sehinga menghasilkan kekuatan dan kemampuan di saat ummat Islam sekarang sedang mengalami krisis kepercayaan.

imageKeempat : Kemanusian ‘manusia’ pejuang yang mana mereka memiliki keimanan paripurna. Yang didambakan oleh para pejuang Hizbullah adalah mendapatkan syahadah karena mereka adalah kelompok yang berimanan kepada Tuhannya dan memiliki loyalitas yang tinggi terhadap pimpinannya, kehidupan dunia yang fana tidak dapat mengoyahkan kenikmatan akhirat yang serba kekal. Mereka layak untuk terus belajar sehinga Barat yang selalu menyudutkan para pejuang dengan sebutan teroris, pembunuh kebebasan dan demokrasi.

Bahkan mereka para pejuang dianggap sebagai kaki tangan Suria dan Iran , lebih dari itu meraka mengangap pejuang sebagai orang-orang gila. Tetapi rasanya yang sebenar-benarnya gila adalah mereka yang memperlakukan para pejuang sebagai orang gila baik mereka saat mendapatkan kemenangan maupun ketika kekalahan menimpanya.

Kemenangan Hizbullah terhadap Israel adalah keberhasilan kelompok yang memiliki keinginan dan keyakinan mati syahid, melawan kelompok prajurit profesional tetapi arogan dan sombong karena didukung oleh peralatan moderen saat ini. Namun pasukan tentara Israel tidak memiliki keyakinan dan keinginan mati karena kehidupan dunia sangat mengiurkan sehinga mereka terlena. (hidayatullah.com)

Kiriman Arief Rahman Aeiman Muchtar, mahasiswa S3 pada Universitas Mohamed V, Maroko

Masjid Al-Aqsha Akan dikuasai lagi oleh Kaum Muslimin

“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu, sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan dimuka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”.

“Maka apabila datang saat hukuman bagi ( kejahatan ) yang pertama dari kedua ( kejahatan itu ) Kami datangkan kepadamu Hamba hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar lalu mereka meraja lela di kampung kampung dan itu ketetapan yang pasti terlaksana”.

“Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang besar”.

“Jika kamu berbuat baik maka kebaikan itu untuk dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri. Dan apabila datang hukuman bagi (kejahatan) yang ke dua ( Kami datangkan orang orang lain ) yang menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid sebagaimana musuh-musuh mu masuk pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis habisnya apa saja yang mereka kuasai”. Q.S.Al-Israa : 4 – 7

Kaum Bani Israil adalan keturunan dari Nabi Yacub Alaihi Salam putranya Nabi Ishak alaihi Salam putra Nabi Ibrahim Alaihi Salam dari istrinya yang bernama Sarah. Para Nabi dan Rasul pun banyak yang di utus oleh Allah dari kalangan mereka sampai pada masa ke Nabian Isa bin Maryam Alaihi Salam. Allah telah memberikan kelebihan dan kemulyaan kepada kaum Bani Israil yang berupa akal, fisik dan materi ( Kekayaan )

Diantara Marga-marga dari Bani Israil ada yang bernama Yahudi dari keturunan Yahudza putra dari nabi Yacub a.s dari istri yang pertama. Dan dari Suku Yahudi ini pun ada beberapa suku lagi, diantaranya ada suku Bani Quraidhoh, Bani Nadir, Bani Qunaiqo dan ada suku yang lainnya. Dengan di berinya kelebihan dan kemulyaan oleh Allah sehingga hal ini menjadikan kesombongan bagi mereka. Sehingga mereka berani membantah kepada perintah Allah dan Rasul-Nya bahkan mereka telah melampaui batas dengan membunuh para Nabi dan Rasul yang di utus Allah untuk membimbing mereka.

Mereka ( Bani Israil ) sering membuat kedurhakaan dan kerusakan di muka bumi ini, kedurhakaan ( kejahatan ) yang pertama mereka perbuat adalah merubah kitab-kitab yang di turunkan Allah seperti Taurot, Zabur dan Injil, mereka merubah tulisan dan kandungan Kitab-kitab Allah, sehingga Tauhid kepada Allah dan Syareat-Nya bergeser dari arti yang sebenarnya.

Karakter mereka banyak di gambarkan Allah dalam Al-Quran, dan mereka telah menyebar kepelosok negeri, negara-negara bagian Barat dan Timur. Ketika Allah mengutus Nabi-Nya yang terakhir Muhammad Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam Kaum Yahudi ( Bani Israil ) Ikut memusuhi dan memerangi Nabi, mereka bergabung dengan orang-orang Musyrikin Quraisy di Mekah dalam Perang Ahzab yang akhirnya pasukan Ahzab dikalahkan oleh kaum Muslimin. Kemudian Allah memberi kukuman kepada Yahudi ( Bani Israil ) dari kejahatan yang pertama atas dua kali kejahatan yang dilakukan, mereka di keluarkan oleh Allah dari kota Madinah dan sebagiannya lagi di bunuh dengan pelantara tangan kaum Muslimin setelah mengalami kekalahan nya di perang Ahzab bersama pasukan Musyrikin Quraisy Mekah.

S etelah peristiwa tersebut Bangsa yahudi ( Bani Israil ) benar-benar dihinakan Allah, sebaiknya umat Islam diberikan kemenangan demi kemenangan hingga pada masa ke kholifahan Abu Bakar sampai puncaknya dimasa ke Kholifahan Umar bin khottob, negara Romawi yang menjadi Super power kekuatan Yahudi Kristen berada dalam pangkuan umat Islam dan Baitul Maqdis ( Palestina ) berada dalam tanggung jawab Kholifah Umar bin khottob. Ketika ke Kholifahan berlanjut kepada Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib bangsa Yahudi mulai beraksi kembali dan berhasil mengadu domba kaum Muslimin, Abdullah bin Sabba adalah tokoh yang di kenal saat itu menjadi biang kerok perpecahan kaum Muslimin, sehingga pada saat itu kaum Muslimin pecah menjadi dua kepemimpinan yaitu ke Kholifahan Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abi Sufyan, dan selanjutnya mereka berhasil memecah belah umat Islam hingga menjadi beberapa kelompok, ada Khawarij, Syiah, Mu’tazilah Qodariyah, Murzi’ah dsb. Kemudian atas ide-idenya Yahudi ( Bani Israil ) yang mempengaruhi umat Islam, ke Khilafahan bergeser menjadi sebuah Dinasti ( Mulkan ) dalam hadits disebut Mulkan Jabbariyah dan Mulkan Adlon walaupun pada saat itu masih disebut sebagai ke Khilafahan tapi ke Khilafahan ini menjadi turun temurun, dinasti Umayyah dan dinasti Abassiyah kaum Muslimin mengalami kekacauan saat itu sesama saudara saling berperang dan saling membunuh. Itulah keberhasilan kejahatan bangsa Yahudi. Akhirnya puncak keberhasilan mereka dalam menghancurkan Umat Islam adalah menumbangkan ke Khilafahan ( ke Mulkanan ) Turki Usmani pada tahun 1924 .

Kemudian perampasan Baitul Maqdis ( Palestina ) oleh bangsa Yahudi ( Bani israil ) terus di gulirkan hingga akhirnya Masjid Al-Aqsha dikuasai oleh mereka dan juga sebagian wilayah Palestina. Hingga mereka dapat menjajah wilayah-wilayah Muslim yang lain, seperti Irak, Kuwait, Afganistan, Pakistan dan wilayah-wilayah Muslim yang lainnya.

Firman Allah Subhanahu Wata’ala : artinya “Kemudian Kami berikan kepadamu ( Bani Israil ) giliran untuk mengalahkan mereka ( umat Islam ) kembali, dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak, dan Kami jadikan kamu kelompok yang besar”. Q.S.Bani Israil : 6

Kini jaringan Zionis Israel sudah menyebar keseluruh dunia dan sudah mempunyai kekuatan yang besar, seolah olah mereka bangsa yang terbesar dan tidak akan terkalahkan hingga akhirnya mereka dapat menguasai dunia ini.

Firman Allah Subhanahu Wata’la : Artinya ” …………… dan apabila datang hukuman bagi (kejahatan) kedua ( Kami datangkan orang-orang lain ) yang menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid ( Al-Aqsha ) sebagaimana musuh-musuh mu masuk pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai”. Q.S. Bani Israil : 7

Perlawanan Pejuang-pejuang Islam terhadap Yahudi ( Israel ) di gulirkan di wilayah-wilayah Islam mereka tidak pernah berhenti, terus menyusun kekuatannya untuk melawan kesombongan Yahudi, bahkan di wilayah Palestina sendiri perlawanan tidak pernah berhenti sampai Al-Aqsha kembali kepada mereka ( Umat Islam )

Umat Islam selama belum kembali kepada Khittah Nubuwwah ( Melaksanakan aturan Allah dan contoh dari Rasul-Nya ) mereka tidak akan diberikan kemenangan oleh Allah, melaksanakan aturan Allah dan contoh dari Rasul-Nya tidak hanya dalam masalah fiqih ibadah saja tapi dari seluruh aspek kehidupan, termasuk sistem kepemimpinan dan pola perjuangan dalam melawan orang-orang Kuffar.

Umat Islam akan kembali dapat mengalahkan Kafir yahudi Israel kalau sudah bisa bersatu dalam satu ke pemimpinan, sebagaimana ketika ke Kholifahan Umar bin Khottob merebut Palestina, juga Salahudin al-Ayubi merebutnya. Akankah kepemimpinan model ini akan kembali terwujud di akhir jaman ini ?

Hadits Nabi Shalaallahu alaihi wassalam dari Nu’man bin Basyir yang diriwayatkan oleh Ahmad bin hambal. Musnad Ahmad Juz 4

‘Masa kenabian itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, adanya atas kehendak Allah kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Selanjutnya adalah masa ke Khilafahan yang mengikuti jejak kenabian, adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Selanjutnya masa kerajaan yang menggigit ( Mulkan Adlan ) adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Setelah itu masa kerajaan yang menyombongkan diri ( Mulkan Jabbariyah ) adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Selanjutnya adalah masa ke Khilafahan yang mengikuti jejak kenabian ( Khilafah ‘Ala minhajjin Nubuwwah ) Kemudian Rasul diam”.

Demikianlah apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah, bahwa kesatuan Muslimin dalam wujud ke Khilafahan ini pasti akan terwujud lagi, tergantung umat Islam itu sendiri mau apa tidak untuk mengamalkannya ? sebagian umat Islam sudah ada yang berupaya untuk mewujudkan kembali sistem ke Khilafahan yang mengikuti jejak kenabian ini. tinggal bagaimana kepedulian umat Islam yang lainnya, karena dengan jalan itulah janji Allah akan diberikan kepada umat Islam untuk mengalahkan Kafir Yahudi Israel dalam merebut kembali Masjid Al-Aqsha di Palestina yang sekarang sedang dikuasai oleh mereka ( Yahudi Israel )
Kalau memperhatikan hadits di atas sekarang sudah masuk kepada periode Khilafah “Ala minhajjin Nubuwwah ( Khilafah yang mengikuti jejak kenabian ) Umat Islam sekarang sudah menyadari bahwa solusi satu-satunya untuk menyatukan umat Islam dan memenangkan perjuangan Umat Islam hanya dengan Khilafah, kesatuan Muslimin dibawah satu kepemimpinan seorang kholifah. Tapi sayang hal ini masih belum satu persepsi dikalangan umat Islam. Mudah-mudahan dengan upaya seperti ini Allah memberikan karuniannya kepada umat Islam, hingga umat Islam benar-benar berada dalam satu kepemimpinan Khilafah yang mengikuti jejak kenabian yang akhirnya Masjid Al-Aqsha di Palestina dapat dikuasai lagi oleh Muslimin. Sebagaimana akan janji Allah yang tercantum dalam Q.S.Al-Israa : 7

Wallahu ‘alam bisawab

Jihad Islam Puji Keberanian Pejuang Palestina

Friday, 07 March 2008

Wakil sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina, Ziyad Nakhalah memuji keberanian para pejuang Palestina di selatan Jalur Gaza. Para pejuang Palestina anggota brigade Al-Quds sayap militer Gerakan Jihad Islam kemarin berhasil meledakkan sebuah jeep militer tentara Rezim Zionis di selatan Jalur Gaza. Akibat ledakan tersebut, seorang tentara Israel tewas dan tiga lainnya cidera.

Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina, Ziyad Nakhalah, kemarin malam saat diwawancarai oleh televisi Al-Alam menyatakan, aksi berani para pejuang Palestina di selatan Jalur gaza, pada dasarnya merupakan reaksi wajar aktifitas harian pejuang Palestina melawan kebiadaban tiada henti Rezim Zionis.

Nakhlah juga membeberkan kemajuan aksi jihad para pejuang Palestina menghadapi kejahatan Rezim Zionis, seraya menegaskan, aksi hebat ini, secara jangka panjang, tentu berpengaruh terhadap strategi militer Rezim Zionis.

Terkait isu gencatan senjata dengan Rezim Zionis Israel, pemimpin Gerakan Jihad Islam Palestina ini menegaskan, peluang untuk menggelar dialog soal gencatan senjata dengan Israel, hanya bisa terwujud bila blokade Gaza dan agresi militer Rezim Zionis dihentikan secara total.

Jihad ke Palestina

Oleh
Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali Hafizhahullah

Pertama : Sudah seyogyanya kita mengetahui dengan jelas masalah Palestina. Palestina merupakan bumi yang diberkahi dan suci. Al-Qur’an menyipati bumi Palestina dengan bumi yang diberkahi sebanyak lima kali, dan ayat yang paling jelas adalah ayat pertama dari surat Al-Isra : “ ….. yang telah kami berkahi di sekitarnya”.

Kedua : Negeri kaum muslimin sudah sepantasnya dijaga oleh kaum muslimin sendiri, dan agar kaum muslimin melawan orang-orang yang ingin merampasnya. Orang-orang Yahudi –laknat Alloh atas mereka dan semoga Alloh membinasakan mereka- adalah penjajah atas negara kaum muslimin di Palestina, maka wajib bagi kaum muslimin melawan dan memerangi serta mengeluarkan orang-orang Yahudi dari bumi Palestina agar mereka kembali ke tempat asal mereka.

Ketiga : Yang harus diketahui, jihad adalah puncaknya Islam sebagaimana dalam hadits Muadz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu : “Tiangnya agama Islam adalah shalat dan puncaknya adalah jihad di jalan Alloh”. Akan tetapi, tidaklah pantas jika kita mengangkat panji jihad bukan pada tempatnya atau menempatkan jihad bukan pada tempat yang sudah ditentukan oleh Alloh dan Rasulnya.

Sebuah hadits yang telah dikeluarkan oleh Imam Ahmad rahimahullah dan selainnya bahwa Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu telah menyebutkan sebuah hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu Islam dibangun di atas lima hal …., lalu seorang berkata : “Dan Jihad”, -orang tersebut bermaksud mengatakan bahwa jihad merupakan salah satu rukun Islam yang lima- maka Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu berkata : “Jihad merupakan hal yang baik tapi inilah yang dikatakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (Jihad bukan termasuk rukun Islam yang lima, pent)”

Jihad akan terus ada sampai hari kiamat tidak akan sirna selamanya. Akan tetapi, jihad mempunyai syarat-syarat (yang harus ditunaikan dulu sebelum melakukannya, -pent) yang telah dijelaskan oleh para ulama. Jihad mengandung sebab-sebab yang bersifat maknawi, pendidikan, aqidah dan materi. Sebab-sebab yang bersifat aqidah dan pendidikan adalah aplikasi penghambaan kita kepada Alloh, kita menolong agama Alloh, firman Alloh.

“Artinya : Apabila kalian menolong agama Alloh, niscaya Alloh akan menolong kalian” [Muhammad : 7]

Alloh juga berfirman.

“Artinya : Dan Alloh pasti akan menolong orang-orang yang menolong agamaNya” [Al-Hajj : 40]

Oleh karena itu, kita haruslah menolong agama Alloh dahulu hingga Alloh menolong kita. Apakah makna menolong agama Alloh ? Maknanya, kita menegakkan agama Alloh, kita menegakkan syari’at Alloh, kita menjadi hamba Alloh yang sesungguhnya.

Perkara yang kedua, persiapan yang bersifat materi/jasmani, firman Alloh.

“Artinya : Persiapkan apa-apa yang sanggup kalian persiapkan, dari kekuatan fisik maupun dari kuda-kuda yang ditambatkan” [Al-Anfal : 60]

Akan tetapi, mana yang lebih utama ? Kita mempersiapkan berbagai senjata, sedangkan aqidah kita berantakan, akhlak kita seperti akhlak orang Yahudi, dan kebiasaan kita seperti kebiasaan Yahudi.

Kita telah banyak mengikuti kebiasaan orang-orang Yahudi sebagaimana telah disabdakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Kalian akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan kaum sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal sehasta demi sehasta, hingga mereka masuk ke lubang biawak pun kalian ikuti”. Para sahabat bertanya : “Yahudi dan Nashara?”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda : “Siapa lagi kalau bukan mereka?!”.

Dengan demikian, dalil aqli dan naqli serta realita memperkuat bahwa hal pertama yang harus dilakukan adalah menanamkan agama Alloh dalam diri kita. Yaitu dengan kita menolong agama Alloh dan kembali kepada Alloh, sebagaimana disabdakan oleh Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Apabila kalian telah berjual beli dengan cara inah, dan kalian telah mengambil ekor-ekor sapi, ridha dengan persawahan, serta kalian meninggalkan jihad, Alloh akan menimpakan kehinaan kepada kalian, tidak akan dicabut kehinaan itu hingga kalian kembali kepada agama kalian”.

Semua maksiat di atas telah kalian lakukan, salah satunya meninggalkan jihad hingga Alloh timpakan kehinaan atas kalian. Barangsiapa yang melakukan hal-hal tersebut maka akan ditimpakan kehinaan atas mereka. Kemudian bagaimana agar kehinaan tersebut terangkat ? Apakah dengan menegakkan jihad? Tidak, kembali untuk menegakkan jihad di waktu sekarang tidak bermanfaat, karena manusia yang berkata “Aku akan kembali kepada jihad” tidak memahami jihad ; maka kita haruslah kembali kepada asasnya, yaitu sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Hingga kalian kembali kepada agama kalian” (Hadits tersebut tidak mengatakan hingga kalian menegakkan jihad akan tetapi sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbunyi : “Hingga kalian kembali kepada agama kalian, pent).

Oleh karena itu, kami katakan bahwa memerdekakan Palestina, mengeluarkan orang-orang Yahudi dari bumi Palestina, merupakan salah satu dari kewajiban umat Islam. Tidak sepantasnya kita ridha dan hanya diam saja dengan kehinaan dan kesengsaraan. Namun wajib bagi kita mengambil sebab-sebab yang syar’i dan melaksanakan ketentuan Alloh guna mendapatkan pertolonganNya, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam shahih Bukhari dan Muslim.

“Kalian memerangi orang-orang Yahudi hingga mereka berlarian dan bersembunyi di balik pepohonan dan bebatuan, hingga pepohonan dan berbatuan berkata : “Wahai muslim, wahai hamba Alloh….”

Dengan demikian, yang menang atas orang-orang Yahudi, yang membunuh Yahudi, yang mengeluarkan orang Yahudi dari negeri kaum muslimin adalah muslim, hamba Alloh ; jika kita kembali ke jalan Alloh maka kita ditolong atas orang Yahudi. Adapun kita mempergunakan keadaan kaum muslimin yang dirundung duka dan luka untuk kepentingan suatu kelompok, maka ini tidaklah diridhai oleh agama kita dan tidak diterima oleh seorang yang mukhlis dari kita. Realita yang terjadi pada pergerakan-pergerakan hizbiyyah serta kelompok-kelompok yang lain adalah mereka sibuk dengan kejadian tragis di Palestina, mereka sibuk dalam mengekspos pembunuhan, penghancuran, dan selainnya, dan sebenarnya mereka hanya duduk-duduk saja.

Mereka sibuk dengan ketragisan di Checnya dan di Bosnia, tapi apa yang telah mereka hasilkan ? Tidak ada sedikit pun. Namun tiba-tiba mereka datang dan berkata : “Kalian wahai salafiyyun tidak menganjurkan manusia untuk berjihad, kalian tidak menginginkan negeri kaum muslimin bebas (firman Alloh) : “Sesungguhnya mereka tidaklah berkata melainkan hanya perkataan dusta” [Al-Kahfi : 5]

Demi Alloh, sejarah akan bersaksi bahwa dakwah salafiyyah ini merupakan dakwah yang sangat antusias untuk menjadikan kaum muslimin sebagai sebaik-baik umat yang dikeluarkan untuk manusia. Akan tetapi, mereka yang tidak ingin berjalan di atas ketentuan Alloh tergesa-gesa dalam bertindak hingga menjatuhkan umat dalam kesedihan, penyesalan, pembunuhan dan perusakan. Lihatlah realita mereka di Aljazair. Apa yang telah dihasilkan oleh revolusi mereka? Pembunuhan, perusakan, dan hancurnya mobil-mobil… Apa yang dihasilkan di Mesir? Apa yang dihasilkan di Syria? Apa yang dihasilkan oleh mereka yang mengatakan, “Kami keluar dari pemerintahan yang tidak berhukum dengan hukum Alloh” … Mereka tidak mengubah sesuatupun melainkan justru menambah kesengsaraan, menambah fitnah, menambah kehancuran. Dahulu manusia dalam ketenangan, kedamaian, sekarang berubah mejadi kesengsaraan dan kepedihan.

Sesungguhnya yang terjadi di Palestina adalah penyalahgunaan keadaan manusia untuk mencapai apa yang diinginkan oleh para pemimpin. Sebelum kita melihat kepada intifadhah maka lihatlah kepada intifadhah yang terdahulu yang selama berpuluh-puluh tahun bergolak namun apa yang dihasilkan? Hanya menghasilkan perdamaian …. Maka harus kita berangkat dari realita yang (pahit ini) dan jangan sampai kita ditunggangi oleh ahli batil. Siapakah yang mengatakan bahwa batu bisa menghancurkan tank-tank? Dan siapa yang mengatakan bahwa ketapel bisa mengalahkan rudal sedangkan anda dan musuh anda sama-sama bermaksiat kepada Alloh Ta’ala ?!

Ada seorang ikhwah dari Baitul Maqdis bercerita kepada saya (Syaikh) bahwa dia telah mengunjungi para korban yang terluka : “Kami berkunjung kepada 32 orang lebih, 30 orang di antara mereka tidak shalat. Mereka datang dan berkata : (orang) Nasrani yang ikut dan turun ke jalan untuk demonstrasi dan terbunuh dia syahid. Apabila terbunuh karena ikut revolusi maka mereka syahid. Pemabuk, pezina, syirik kepada Alloh asalkan dia ikut revolusi, maka dia mati syahid”. Palestina tidak akan bebas dan merdeka hanya dengan slogan-slogan.

Palestina membutuhkan sosok-sosok lelaki, yang melakukan ketaatan kepada Alloh, seperti dalam hadits : “Wahai muslim, wahai hamba Alloh, di belakangku ada Yahudi. Kemarilah dan bunuh dia”. Merekalah yang akan mebebaskan Palestina, merekalah yang akan membebaskan rumah-rumah kaum muslimin yang terampas.

Kita mohon kepada Alloh agar dikembalikan kepada agama kita dengan baik, dan agar diangkat kehinaan dari kita, diangkat kehinaan dari saudara-saudara kita serta negeri-negeri kaum muslimin, dan agar dikembalikan apa-apa yang terampas dari negeri kaum muslimin kepada negeri Islam.

Alhamdulillah Rabbil Alamin

[Disalin dari Majalah Al-Furqon Edisi I Tahun VI/Sya’ban 1427/Sept 06 Diterbitkan oleh Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon, Alamat Maktabah Ma’had Al-Furqon, Srowo Sidayu Gresik Jatim 61153]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.