“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu, sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan dimuka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”.
“Maka apabila datang saat hukuman bagi ( kejahatan ) yang pertama dari kedua ( kejahatan itu ) Kami datangkan kepadamu Hamba hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar lalu mereka meraja lela di kampung kampung dan itu ketetapan yang pasti terlaksana”.
“Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang besar”.
“Jika kamu berbuat baik maka kebaikan itu untuk dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri. Dan apabila datang hukuman bagi (kejahatan) yang ke dua ( Kami datangkan orang orang lain ) yang menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid sebagaimana musuh-musuh mu masuk pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis habisnya apa saja yang mereka kuasai”. Q.S.Al-Israa : 4 – 7
Kaum Bani Israil adalan keturunan dari Nabi Yacub Alaihi Salam putranya Nabi Ishak alaihi Salam putra Nabi Ibrahim Alaihi Salam dari istrinya yang bernama Sarah. Para Nabi dan Rasul pun banyak yang di utus oleh Allah dari kalangan mereka sampai pada masa ke Nabian Isa bin Maryam Alaihi Salam. Allah telah memberikan kelebihan dan kemulyaan kepada kaum Bani Israil yang berupa akal, fisik dan materi ( Kekayaan )
Diantara Marga-marga dari Bani Israil ada yang bernama Yahudi dari keturunan Yahudza putra dari nabi Yacub a.s dari istri yang pertama. Dan dari Suku Yahudi ini pun ada beberapa suku lagi, diantaranya ada suku Bani Quraidhoh, Bani Nadir, Bani Qunaiqo dan ada suku yang lainnya. Dengan di berinya kelebihan dan kemulyaan oleh Allah sehingga hal ini menjadikan kesombongan bagi mereka. Sehingga mereka berani membantah kepada perintah Allah dan Rasul-Nya bahkan mereka telah melampaui batas dengan membunuh para Nabi dan Rasul yang di utus Allah untuk membimbing mereka.
Mereka ( Bani Israil ) sering membuat kedurhakaan dan kerusakan di muka bumi ini, kedurhakaan ( kejahatan ) yang pertama mereka perbuat adalah merubah kitab-kitab yang di turunkan Allah seperti Taurot, Zabur dan Injil, mereka merubah tulisan dan kandungan Kitab-kitab Allah, sehingga Tauhid kepada Allah dan Syareat-Nya bergeser dari arti yang sebenarnya.
Karakter mereka banyak di gambarkan Allah dalam Al-Quran, dan mereka telah menyebar kepelosok negeri, negara-negara bagian Barat dan Timur. Ketika Allah mengutus Nabi-Nya yang terakhir Muhammad Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam Kaum Yahudi ( Bani Israil ) Ikut memusuhi dan memerangi Nabi, mereka bergabung dengan orang-orang Musyrikin Quraisy di Mekah dalam Perang Ahzab yang akhirnya pasukan Ahzab dikalahkan oleh kaum Muslimin. Kemudian Allah memberi kukuman kepada Yahudi ( Bani Israil ) dari kejahatan yang pertama atas dua kali kejahatan yang dilakukan, mereka di keluarkan oleh Allah dari kota Madinah dan sebagiannya lagi di bunuh dengan pelantara tangan kaum Muslimin setelah mengalami kekalahan nya di perang Ahzab bersama pasukan Musyrikin Quraisy Mekah.
S etelah peristiwa tersebut Bangsa yahudi ( Bani Israil ) benar-benar dihinakan Allah, sebaiknya umat Islam diberikan kemenangan demi kemenangan hingga pada masa ke kholifahan Abu Bakar sampai puncaknya dimasa ke Kholifahan Umar bin khottob, negara Romawi yang menjadi Super power kekuatan Yahudi Kristen berada dalam pangkuan umat Islam dan Baitul Maqdis ( Palestina ) berada dalam tanggung jawab Kholifah Umar bin khottob. Ketika ke Kholifahan berlanjut kepada Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib bangsa Yahudi mulai beraksi kembali dan berhasil mengadu domba kaum Muslimin, Abdullah bin Sabba adalah tokoh yang di kenal saat itu menjadi biang kerok perpecahan kaum Muslimin, sehingga pada saat itu kaum Muslimin pecah menjadi dua kepemimpinan yaitu ke Kholifahan Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abi Sufyan, dan selanjutnya mereka berhasil memecah belah umat Islam hingga menjadi beberapa kelompok, ada Khawarij, Syiah, Mu’tazilah Qodariyah, Murzi’ah dsb. Kemudian atas ide-idenya Yahudi ( Bani Israil ) yang mempengaruhi umat Islam, ke Khilafahan bergeser menjadi sebuah Dinasti ( Mulkan ) dalam hadits disebut Mulkan Jabbariyah dan Mulkan Adlon walaupun pada saat itu masih disebut sebagai ke Khilafahan tapi ke Khilafahan ini menjadi turun temurun, dinasti Umayyah dan dinasti Abassiyah kaum Muslimin mengalami kekacauan saat itu sesama saudara saling berperang dan saling membunuh. Itulah keberhasilan kejahatan bangsa Yahudi. Akhirnya puncak keberhasilan mereka dalam menghancurkan Umat Islam adalah menumbangkan ke Khilafahan ( ke Mulkanan ) Turki Usmani pada tahun 1924 .
Kemudian perampasan Baitul Maqdis ( Palestina ) oleh bangsa Yahudi ( Bani israil ) terus di gulirkan hingga akhirnya Masjid Al-Aqsha dikuasai oleh mereka dan juga sebagian wilayah Palestina. Hingga mereka dapat menjajah wilayah-wilayah Muslim yang lain, seperti Irak, Kuwait, Afganistan, Pakistan dan wilayah-wilayah Muslim yang lainnya.
Firman Allah Subhanahu Wata’ala : artinya “Kemudian Kami berikan kepadamu ( Bani Israil ) giliran untuk mengalahkan mereka ( umat Islam ) kembali, dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak, dan Kami jadikan kamu kelompok yang besar”. Q.S.Bani Israil : 6
Kini jaringan Zionis Israel sudah menyebar keseluruh dunia dan sudah mempunyai kekuatan yang besar, seolah olah mereka bangsa yang terbesar dan tidak akan terkalahkan hingga akhirnya mereka dapat menguasai dunia ini.
Firman Allah Subhanahu Wata’la : Artinya ” …………… dan apabila datang hukuman bagi (kejahatan) kedua ( Kami datangkan orang-orang lain ) yang menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid ( Al-Aqsha ) sebagaimana musuh-musuh mu masuk pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai”. Q.S. Bani Israil : 7
Perlawanan Pejuang-pejuang Islam terhadap Yahudi ( Israel ) di gulirkan di wilayah-wilayah Islam mereka tidak pernah berhenti, terus menyusun kekuatannya untuk melawan kesombongan Yahudi, bahkan di wilayah Palestina sendiri perlawanan tidak pernah berhenti sampai Al-Aqsha kembali kepada mereka ( Umat Islam )
Umat Islam selama belum kembali kepada Khittah Nubuwwah ( Melaksanakan aturan Allah dan contoh dari Rasul-Nya ) mereka tidak akan diberikan kemenangan oleh Allah, melaksanakan aturan Allah dan contoh dari Rasul-Nya tidak hanya dalam masalah fiqih ibadah saja tapi dari seluruh aspek kehidupan, termasuk sistem kepemimpinan dan pola perjuangan dalam melawan orang-orang Kuffar.
Umat Islam akan kembali dapat mengalahkan Kafir yahudi Israel kalau sudah bisa bersatu dalam satu ke pemimpinan, sebagaimana ketika ke Kholifahan Umar bin Khottob merebut Palestina, juga Salahudin al-Ayubi merebutnya. Akankah kepemimpinan model ini akan kembali terwujud di akhir jaman ini ?
Hadits Nabi Shalaallahu alaihi wassalam dari Nu’man bin Basyir yang diriwayatkan oleh Ahmad bin hambal. Musnad Ahmad Juz 4
‘Masa kenabian itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, adanya atas kehendak Allah kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Selanjutnya adalah masa ke Khilafahan yang mengikuti jejak kenabian, adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Selanjutnya masa kerajaan yang menggigit ( Mulkan Adlan ) adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Setelah itu masa kerajaan yang menyombongkan diri ( Mulkan Jabbariyah ) adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Selanjutnya adalah masa ke Khilafahan yang mengikuti jejak kenabian ( Khilafah ‘Ala minhajjin Nubuwwah ) Kemudian Rasul diam”.
Demikianlah apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah, bahwa kesatuan Muslimin dalam wujud ke Khilafahan ini pasti akan terwujud lagi, tergantung umat Islam itu sendiri mau apa tidak untuk mengamalkannya ? sebagian umat Islam sudah ada yang berupaya untuk mewujudkan kembali sistem ke Khilafahan yang mengikuti jejak kenabian ini. tinggal bagaimana kepedulian umat Islam yang lainnya, karena dengan jalan itulah janji Allah akan diberikan kepada umat Islam untuk mengalahkan Kafir Yahudi Israel dalam merebut kembali Masjid Al-Aqsha di Palestina yang sekarang sedang dikuasai oleh mereka ( Yahudi Israel )
Kalau memperhatikan hadits di atas sekarang sudah masuk kepada periode Khilafah “Ala minhajjin Nubuwwah ( Khilafah yang mengikuti jejak kenabian ) Umat Islam sekarang sudah menyadari bahwa solusi satu-satunya untuk menyatukan umat Islam dan memenangkan perjuangan Umat Islam hanya dengan Khilafah, kesatuan Muslimin dibawah satu kepemimpinan seorang kholifah. Tapi sayang hal ini masih belum satu persepsi dikalangan umat Islam. Mudah-mudahan dengan upaya seperti ini Allah memberikan karuniannya kepada umat Islam, hingga umat Islam benar-benar berada dalam satu kepemimpinan Khilafah yang mengikuti jejak kenabian yang akhirnya Masjid Al-Aqsha di Palestina dapat dikuasai lagi oleh Muslimin. Sebagaimana akan janji Allah yang tercantum dalam Q.S.Al-Israa : 7
Wallahu ‘alam bisawab